Penataan Pedagang Kramat Jati, Pemkot Jaktim Kerahkan 350 Satpol PP Bersinergi dengan TNI-Polri
DEKANNEWS, JAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mulai melakukan penataan pedagang ikan yang selama ini berjualan di bahu Jalan Raya Bogor, kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (1/9/2026).
Ratusan pedagang ikan diarahkan untuk menempati lokasi binaan (lokbin) yang berada tidak jauh dari lokasi mereka sebelumnya.
Untuk tahap awal, Pemkot Jakarta Timur mengerahkan ratusan personel Satpol PP untuk mengamankan proses penataan dan relokasi pedagang di depan Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor. Pengamanan dilakukan bersama unsur TNI dan Polri untuk memastikan proses penataan berlangsung aman dan kondusif.
Kepala Satpol PP Jakarta Timur Muhammadong mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 350 personel Satpol PP untuk melakukan pengamanan pada tahap awal penataan kawasan tersebut.
"Untuk kesiapan personel Satpol PP dalam hal penataan relokasi depan Pasar Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, tentunya kami sudah menyiapkan sekitar 350 Satpol PP untuk hari ini," ujar Madong sapaan akrabnya di lokasi binaan atau Lokbin pedagang hari ini.
Selain Satpol PP, pengamanan juga melibatkan personel TNI dan Polri. Menurut Madong, secara keseluruhan terdapat sekitar 500 personel gabungan yang dikerahkan untuk menjaga kondisi di sekitar lokasi penataan pedagang.
"Ditambah dengan pasukan dari TNI-Polri, kurang lebih 500 hari ini yang kita terjunkan," katanya.
Madong menjelaskan, personel yang diterjunkan dibagi dalam dua sif untuk memastikan pengamanan berlangsung sepanjang malam hingga pagi hari. Sif pertama bertugas mulai pukul 16.30 WIB hingga 23.00 WIB, sedangkan sif kedua bertugas mulai pukul 23.00 WIB hingga 07.00 WIB.
"Ini terdiri dari dua sif. Sif pertama mulai dari jam 16.30 sampai dengan jam 23.00. Sif kedua dari jam 23.00 sampai dengan jam 07.00 pagi," jelas Madong.
Untuk pengamanan hari-hari berikutnya, personel Satpol PP dan TNI akan tetap ditempatkan di sejumlah titik yang telah ditentukan. Penempatan tersebut dilakukan mulai dari kawasan TL PGC atau traffic light hingga titik yang berada di sekitar BK Angkatan Darat.
"Untuk hari berikutnya tentunya personel Satpol PP dan TNI selalu kami turunkan dan diperlukan untuk menempatkan personel yang memang sudah kami atur, mulai dari TL PGC sampai dengan BK yang punya Angkatan Darat," tuturnya.
Madong mengatakan, penjagaan tersebut untuk sementara akan dilakukan selama satu bulan. Setelah itu, jumlah personel akan dievaluasi dengan melihat kondisi di lapangan, termasuk situasi dan perkembangan aktivitas pedagang.
"Saat ini kami coba dulu sekitar satu bulan. Kemudian kalau masih memungkinkan untuk mempertahankan anggota, kita tetap seperti semula. Melihat situasi dulu," ujarnya.
Ia menambahkan, apabila kondisi di kawasan tersebut semakin kondusif, jumlah personel yang berjaga akan dikurangi secara bertahap. Namun, pengurangan tersebut tetap mempertimbangkan kondisi keamanan dan ketertiban di lapangan.
"Kalau memang kondusif, pelan-pelan kami tarik sedikit demi sedikit," pungkas Madong.
Seperti diketahui, Lokasi tersebut telah ditata agar aktivitas perdagangan berada di dalam area pasar sehingga tidak mengganggu pejalan kaki di trotoar maupun menghambat arus lalu lintas.
Penataan tersebut juga imbas dari adanya kecelakaan lalulintas yang menyebabkan seorang pelajar tewas di sekitar lokasi.
Sementara itu, pedagang sayuran yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Raya Bogor juga telah diarahkan masuk ke area yang disiapkan di dalam kawasan pasar.
Penataan pedagang dari bahu jalan dan trotoar diharapkan dapat mengembalikan fungsi fasilitas umum sekaligus mengurangi hambatan aktivitas perdagangan terhadap lalu lintas di kawasan Pasar Kramat Jati. (Zat)
